Medan, 13 agustus 2020 - Bantuan Subsidi Uang Kuliah Tunggal tidak sesuai harapan, Mahasiswa USU Naikkan tagar #USU #UniversitasSerbaUang
Surat edaran rektor USU tentang bantuan biaya ukt dan spp seharusnya menjadi penyelamat mahasiswa dan orangtua ditengah kondisi pandemi ini. Yang dimana segala lini mengalami penurunan pendapatan. Namun saat dikaji, ternyata keputusan rektor tersebut sangat tidak memanusiakan manusia. Bantuan yang diterima mahasiswa hanya beberapa ratus ribu. Semisalnya saudara maulana, mahasiswa semester 5 fakultas hukum usu yang mendapatkan ukt golongan 7 sebesar 2.5 juta rupiah. Dan 1 golongan dibawahnya atau golongan 6 besarannya adalah 2.3 juta rupiah. Artinya jika dikonversi selisihnya, maka besaran selisihnya adalah 200 ribu rupiah, dan 50% dari 200 ribu adalah 100 ribu. Artinya, jika diterima dan berhasil mendapatkan bantuan ukt, maulana hanya mendapat potongan sebesar 100 ribu.
"Keputusan rektor ini ga memanusiakan manusia, masak iya pemotongan ukt perhitungannya dilihat dari selisih 1 golongan ukt dibawahnya dan besarannya 50% dari selisih itu. Misalnya ni, saya ukt golongan 7, besarannya 2.5 juta, golongan 6 besarannya 2.3 juta, artinya selisih nya cuma 200ribu, dan itupun cuma dapat 50%, artinya, kalau dapat bantuan, maka saya cuma dapat 100ribu. Itupun kalau di acc. Ga mikir apa rektorat? Biaya ngurus surat-surat itu uda habis berapa? Kalau yang kampungnya jauh, kayak saya, ya buat ngurus itu bisa habis 200ribu." ujar maulana saat diskusi dengan kami.
Mahasiswa usu ternyata sudah membentuk aliansi yang bernama Aliansi Mahasiswa Usu Menuntut (Amum), yang bergerak untuk menyuarakan persoalan bantuan ukt. Saat kami pantau di twitter, mereka ramai-ramai menaikkan tagar #USU
#UniversitasSerbaUang sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap putusan rektorat tersebut. Dan informasinya, AMUM akan melakukan aksi damai ke depan biro rektorat USU pada hari jumat, 14 agustus 2020.
"Semoga dengan gerakkan ini, rektorat dapat memikirkan ulang tentang kebijakan tersebut. Kasian mahasiswa yang sangat terdampak pandemi, tapi cuma dapat bantuan yang ga manusiawi. Kami akan turun aksi damai ke depan biro rektorat hari jumat ini. Biar gak apakali rektorat ini." ujar maulana.
BACA JUGA TULISAN MENARIK LAINNYA, KLIK GAMBAR DIBAWAH INI


0 Comments
BIJAKLAH DALAM BERKOMENTAR